twitter

Tampilkan postingan dengan label Sape. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sape. Tampilkan semua postingan

Kabupaten Bima terletak di bagian Timur Pulau Sumbawa Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan posisi 117°40' sampai 119°10 BT dan 70°30' LS dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
  • Sebelah Utara : Laut Flores 
  • Sebelah Selatan : Samudera Indonesia
  • Sebelah Timur : Selat Sape
  • Sebelah Barat : Kabupaten Dompu  
Luas Wilayah Kabupaten Bima adalah : 


Suku Bima atau Dou Mbojo adalah suku yang mendiami Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu dan telah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit. Suku ini menggunakan Bahasa Bima atau Nggahi Mbojo. Menurut sejarahnya-lebih tepatnya dongeng-, suku Bima mempunyai 7 pemimpin di setiap daerah yang disebut Ncuhi. Pada masa pemberontakan di Majapahit, salah satu dari Pandawa Lima, Bima, melarikan diri ke Bima melalui jalur selatan agar tidak ketahuan oleh para pemberontak dan langsung diangkat oleh para Ncuhi sebagai Raja Bima pertama. Namun Sang Bima langsung mengangkat anaknya sebagai raja dan beliau kembali lagi ke Jawa dan menyuruh 2 anaknya untuk memerintah di Kerajaan Bima. Oleh karena itu, sebagian bahasa Jawa Kuno kadang-kadang masih digunakan sebagai bahasa halus di Bima.
Mata pencaharian utamanya masyarakat suku Bima adalah bertani dan sempat menjadi segitiga emas pertanian bersama Makassar dan Ternate pada zaman Kesultanan. Oleh karena itu, hubungan Bima dan Makassar sangatlah dekat, karena pada zaman Kesultanan, kedua kerajaan ini saling menikahkan putra dan putri kerajaannya masing.

(sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Bima dengan sidikit editan)